CAKRAWALA BAHASA – Bank-bank sentral di berbagai negara semakin agresif menambah cadangan emas mereka di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Tren ini memunculkan pertanyaan penting: apakah dunia sedang memasuki era baru yang tidak lagi terlalu bergantung pada dominasi Dollar Amerika Serikat? Berdasarkan laporan Central Bank Gold Reserves Survey 2026 yang dirilis World Gold Council (WGC), sebanyak 89 persen bank sentral memperkirakan cadangan emas global akan terus meningkat dalam 12 bulan ke depan. Bahkan, 45 persen responden menyatakan institusi mereka berencana menambah kepemilikan emas dalam periode yang sama. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sejak survei mulai dilakukan pada 2018.

Meningkatnya minat terhadap emas didorong oleh berbagai faktor, mulai dari ketegangan geopolitik, inflasi global, perubahan kebijakan moneter, hingga ketidakpastian ekonomi internasional. Bagi banyak negara, emas dipandang sebagai aset yang mampu menjaga stabilitas cadangan devisa sekaligus mengurangi ketergantungan pada satu mata uang tertentu. Selain peningkatan pembelian emas, survei juga menunjukkan adanya perubahan pandangan terhadap komposisi cadangan devisa dunia. Sejumlah bank sentral mulai memperkirakan bahwa dominasi Dollar AS akan berkurang secara bertahap dalam beberapa tahun mendatang, sementara emas diproyeksikan memiliki peran yang semakin besar dalam sistem keuangan global.

Tren lainnya adalah diversifikasi lokasi penyimpanan emas. Beberapa negara mulai mengurangi ketergantungan pada pusat penyimpanan tradisional seperti London dan New York, serta meningkatkan penyimpanan di dalam negeri maupun lokasi alternatif lainnya untuk memperkuat fleksibilitas dan mengurangi risiko konsentrasi aset. Fenomena ini menunjukkan bahwa dunia tidak hanya berubah dalam bidang teknologi dan politik, tetapi juga dalam sistem keuangan internasional. Keputusan yang diambil bank sentral di berbagai negara dapat memengaruhi nilai tukar, investasi, perdagangan internasional, hingga peluang ekonomi di berbagai kawasan dunia.

Memahami perkembangan tersebut menjadi semakin penting bagi generasi muda, profesional, pelaku usaha, dan mahasiswa yang ingin memiliki perspektif global. Literasi ekonomi internasional kini menjadi bagian dari kompetensi yang dibutuhkan untuk menghadapi dunia yang semakin terhubung.

Melalui berbagai program pembelajaran, Cakrawala Bahasa juga menyediakan beragam program kewirausahaan dan manajmen keuangan serta layanan perjalanan bisnis untuk memberikan kesempatan bagi peserta  mengenal praktik bisnis internasional, memahami transformasi ekonomi dunia, sekaligus membangun kemampuan beradaptasi dan menciptakan peluang baru di masa depan.


Sumber: Kompas.com
Artikel Asli: "Bank Sentral Dunia Kian Agresif Beli Emas, Dominasi Dollar AS Diprediksi Turun"
Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Tanggal Terbit: 23 Juni 2026

Artikel ini merupakan hasil penulisan ulang berdasarkan laporan Kompas.com dengan tetap memberikan atribusi kepada media dan penulis asli.